Masyarakat akhir-akhir ini banyak yang sudah mulai memahami apa itu HIV/AIDS. Namun, ironisnya jumlah penderita yang terinfeksi HIV/AIDS semakin meningkat.

Lantas apakah penderita HIV/AIDS harus kita kutuk, kesepekang, diisolir atau didiskriminasi? Dan ketika sang penderita meninggal, apakah kulkul banjar tidak pantas lagi buat mereka?

Keberadaan HIV/AIDS sudah tidak bisa ditolak lagi dan apapun alasannya lebih bijak memahami, mencegah daripada membencinya membabi buta.
Hal inilah yang membuat Komunitas Taman 65 menyelenggarakan dialog tentang HIV/AIDS agar kita tidak panik dan buru-buru menjatuhkan cap atau stigma buruk pada penderita HIV/AIDS. Ingat, siapa saja bisa kena HIV/AIDS; pemangku, pecalang, penglingsir, hingga ibu rumah tangga serta anak-anak. HIV/AIDS tidak pandang bulu, jenis kelamin, kasta, ras, buruh ataupun kaum professional

Untuk itu kami mengundang anda untuk bergabung, membuka dialog, urun rembug tentang HIV/AIDS, pada Hari Sabtu, 14 Juli 2007 jam 18:00 Wita, di Taman 65 (Jl. WR. Supratman 193 Kesiman). Kali ini kita akan ditemani oleh Putu Ikha Widari dan Dr. Oka Negara.

Kehadiran anda akan sangat berarti dalam upaya bersama mencegah penyebarluasan HIV/AIDS untuk masa depan yang sehat, cerdas, serta memiliki kepedulian antar sesama.

Thanks.